YLKI Mendesak Aturan Lampu LED Sesuai Standar SNI

YLKI Mendesak Aturan Lampu LED Sesuai Standar SNI

YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Pemerintah, dalam hal ini kementerian teknis agar segera menerbitkan regulasi SNI Wajib untuk produk lampu LED (Light Emitted Diode). Desakan itu sendiri disampaikan dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat selaku konsumen agar benarĀ­benar bisa mendapatkan produk lampu LED yang berkualitas dengan baik, bukan produk dengan kualitas abalĀ­abal. Pernyataan tegas tersebut disampaikan Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi kepada Sentra Elektrik di kantornya, Jalan Pancoran, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Produk elektrik, salah satunya lampu atau produk peralatan listrik semestinya harus memenuhi ketentuan SNI wajib, sebelum dilempar ke pasar. Karena itu, terkait belum adanya ketentuan SNI untuk produk lampu LED tersebut menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi pemerintah, ujar Tulus.

Karena itu, lanjut Tulus, pelaku usaha baik industri lampu di dalam negeri maupun impor tir, terlebih dahulu harus mengantongi SPPT SNI untuk produk lampu LED yang akan dipasarkan. Tujuannya agar konsumen jangan sampai membeli lampu LED yang tidak sesuai standar, karena alasan tidak ada regulasi SNI wajibnya. Menurut Tulus, dengan adanya regulasi penerapan SNI wajib ini merupakan sebagai upaya intervensi pemerintah untuk melakukan kontrol atau pengawasan terhadap pasar.

Adanya regulasi SNI wajib ini, kata Tulus, bagi instansi yang melakukan pengawasan yaitu Ditjen PKTN (Perlindungan Konsumen dan Ter tib Niaga) Kementerian Perdagangan, menjadi payung hukum dalam melakukan pengawasan dan pener tiban terhadap produk lampu LED yang ternyata diketahui tidak sesuai SNI. Penerapan regulasi SNI wajib produk lampu LED ini, selain melindungi konsumen dari praktik pelaku bisnis lampu yang nakal dengan menjual produk tidak berkualitas, juga mendorong terjadinya persaingan bisnis sehat diantara pelaku bisnis lampu itu sendiri.

Namun, lanjut Tulus, yang menjadi pertanyaan besar, kenapa pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) belum mengeluarkan regulasi SNI wajib untuk produk lampu LED. Ada apa dibalik belum diberlakukannya SNI wajib bagi lampu LED ini? tanya Tulus. Sehubungan dengan itu, tegas Tulus, YLKI meminta Kementerian Perindustrian untuk menerbitkan regulasi SNI wajib lampu LED ini. Apalagi industri lampu LED itu sendiri, bukan termasuk industri kacangan.

Menurutnya, belum diterbitkan SNI wajib produk lampu LED ini, apakah terkait ketidaksiapan industri lampu LED dalam negeri untuk bersaing dengan produk serupa asal impor? Tetapi dalam upaya melindungi kepentingan konsumen, maka produk industri lampu LED industri lokal atau dalam negeri maupun impor, tetap harus diperlakukan sama, yaitu harus memenuhi SNI sebelum diedarkan ke pasar.

Pada kesempatan itu Tulus menyampaikan, apabila SNI lampu LED sudah diberlakukan wajib, pemerintah dalam hal ini melalui Ditjen PKTN Kemendag secara tegas melakukan pengawasan di pasar secara fair dan diperlakukan sama.

Maksudnya jangan sampai ditemukan di pasar ada dua produk yang diperdagangkan, yaitu produk LED yang memenuhi SNI dan non SNI. Bila pemerintah membiarkan dan tidak tegas dalam melakukan pengawasan, akhirnya konsumen akan memilih produk lampu LED non SNI, karena pertimbangan harganya yang relatif murah bila dibandingkan produk lampu ber SNI.

Hal ini tentu bisa merugikan pelaku usaha yang sudah patuh dan taat aturan, yaitu produknya memenuhi ketentuan SNI wajib, karena produk tidak laku. Karena itu, YLKI berpesan agar pengawasan dan penertiban pasar ini dilakukan dengan tegas dan fair tanpa pandang bulu, ujar Tulus. Dikatakan Tulus, lampu LED ini memang belakangan diminati konsumen, karena lampu ini termasuk kategori produk ramah lingkungan, hemat penggunaan daya listriknya dan terang.

Pemasaran produk lampu LED yang umum digunakan perusahaan ada 2, yaitu melalui toko retail dan pemasaran online dengan media website. Perusahaan lampu berhasil meraup banyak keuntungan dipasar online setelah digandengnya jasa seo terbaik di semarang yang memah ahlinya pada bidang pemasaran digital. Maka tidak mengherankan jika omset dari penjualan lampu LED setiap bulanya terus bertambah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *